Rabu, 15 Oktober 2025

Revolusi Pendidikan: 7 Manfaat Besar Teknologi untuk Dunia Belajar Modern


Dalam era digital seperti sekarang, teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam setiap aspek kehidupan — termasuk dunia pendidikan. Dari pembelajaran daring hingga penggunaan kecerdasan buatan di ruang kelas, teknologi telah membuka peluang baru yang sebelumnya tidak terbayangkan. Artikel ini akan membahas secara lengkap manfaat teknologi untuk pendidikan, serta bagaimana inovasi ini membantu menciptakan proses belajar yang lebih efisien, menarik, dan inklusif.

1. Akses Pendidikan yang Lebih Luas 

Salah satu manfaat paling besar dari kemajuan teknologi adalah kemudahan akses terhadap pendidikan. Dulu, untuk belajar di universitas ternama, seseorang harus menempuh perjalanan jauh atau bahkan pindah negara. Kini, berkat platform e-learning seperti Coursera, EdX, dan Ruangguru, siapa pun bisa belajar dari mana saja hanya dengan koneksi internet.

Selain itu, munculnya materi pembelajaran digital (e-book, video tutorial, podcast) membuat siswa dan guru tidak lagi bergantung pada buku fisik. Teknologi ini menjembatani kesenjangan pendidikan, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur tradisional.

2. Pembelajaran Lebih Interaktif dan Menyenangkan

Teknologi telah mengubah cara siswa belajar. Jika dulu pembelajaran cenderung satu arah dan membosankan, kini edtech (education technology) menghadirkan berbagai metode interaktif yang membuat siswa lebih aktif. Misalnya, dengan aplikasi gamifikasi seperti Kahoot! atau Quizizz, pelajaran terasa seperti permainan yang menantang.

Selain itu, penggunaan AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) memungkinkan siswa untuk “masuk” ke dalam dunia pembelajaran. Bayangkan belajar anatomi tubuh manusia melalui simulasi 3D atau menjelajahi tata surya dalam ruang virtual — semuanya kini bisa dilakukan.

3. Meningkatkan Kualitas Pengajaran Guru

Tidak hanya siswa yang mendapat manfaat, guru pun terbantu dengan kehadiran teknologi. Melalui Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom, Moodle, dan Edmodo, guru dapat mengatur kelas, memberikan tugas, serta memantau kemajuan siswa secara real-time.

Selain itu, platform digital memudahkan guru untuk mengakses materi pengajaran terbaru, riset pendidikan, serta komunitas profesional dari seluruh dunia. Dengan begitu, kualitas pengajaran dapat meningkat karena guru selalu update terhadap metode dan tren pendidikan terkini.

4. Pembelajaran yang Personalisasi (Personalized Learning)

Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang cepat memahami melalui visual, ada yang lebih suka mendengarkan, dan ada pula yang perlu praktik langsung. Teknologi membantu mengakomodasi semua gaya belajar ini melalui algoritma pembelajaran adaptif.

Contohnya, platform seperti Khan Academy atau Duolingo dapat menyesuaikan tingkat kesulitan materi sesuai kemampuan pengguna. Dengan cara ini, siswa tidak merasa tertinggal atau terbebani karena materi disesuaikan dengan kecepatan mereka masing-masing.

5. Efisiensi dalam Proses Administrasi Sekolah

Teknologi tidak hanya bermanfaat di ruang kelas, tetapi juga di sistem manajemen sekolah. Banyak institusi pendidikan kini beralih ke sistem digital untuk administrasi, mulai dari pendaftaran siswa, pengelolaan data akademik, hingga pelaporan nilai secara otomatis.

Dengan sistem ini, guru dan staf sekolah dapat menghemat waktu dan tenaga, sehingga mereka bisa fokus pada hal yang lebih penting: meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, sistem digital juga mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan transparansi data.

6. Kolaborasi Global Tanpa Batas

Teknologi memungkinkan kolaborasi lintas negara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Siswa dari Indonesia kini bisa berinteraksi dan bekerja sama dalam proyek dengan teman-teman dari Amerika, Jepang, atau Eropa melalui platform kolaboratif seperti Google Workspace, Microsoft Teams, atau Slack.

Selain memperluas wawasan global, kolaborasi ini juga melatih siswa dalam soft skills penting seperti komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah — keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern.

7. Persiapan untuk Dunia Kerja Digital

Dunia kerja masa depan sangat dipengaruhi oleh teknologi. Banyak pekerjaan baru muncul di bidang data, AI, cybersecurity, dan digital marketing. Oleh karena itu, pendidikan harus mempersiapkan siswa dengan keterampilan digital (digital skills) yang relevan.

Sekolah dan universitas kini mulai memasukkan kurikulum teknologi seperti coding, analisis data, desain digital, dan penggunaan alat kolaborasi online. Hal ini memastikan lulusan siap bersaing di pasar kerja global yang semakin digital dan dinamis.

Tantangan Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan

Meski manfaatnya besar, penggunaan teknologi dalam pendidikan juga menghadapi tantangan. Di antaranya adalah:

  • Kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan pedesaan.
  • Keterbatasan perangkat dan koneksi internet.
  • Kurangnya pelatihan guru dalam penggunaan teknologi.

Namun, dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, tantangan ini perlahan bisa diatasi. Program seperti Merdeka Belajar dan digitalisasi sekolah adalah langkah nyata menuju masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan modern.

Kesimpulan: Teknologi Adalah Masa Depan Pendidikan

Tidak bisa dipungkiri, teknologi adalah katalis utama perubahan dalam dunia pendidikan. Dari memperluas akses hingga menciptakan pengalaman belajar yang imersif, manfaatnya sudah terbukti di berbagai tingkat pendidikan.

Yang terpenting, pemanfaatan teknologi harus tetap berfokus pada tujuan utama pendidikan: membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Dengan integrasi yang bijak antara manusia dan teknologi, kita sedang menyusun bab baru dalam sejarah pendidikan — bab yang lebih cerdas, inklusif, dan tanpa batas.

Senin, 04 Agustus 2025

Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Wajah Baru Pendidikan Islami dari Kemenag


Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta dari Kemenag

Pendidikan di Indonesia sedang memasuki babak baru. Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) — sebuah terobosan yang menempatkan nilai kasih sayang dan empati sebagai jantung dari proses belajar mengajar.

KBC bukanlah kurikulum yang menggantikan kurikulum nasional seperti Merdeka Belajar, melainkan jiwa yang menghidupkan seluruh kegiatan pendidikan agar lebih manusiawi, damai, dan bermakna.

Apa Itu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)?

Menurut Kemenag, KBC adalah pendekatan pendidikan yang menumbuhkan nilai cinta terhadap Tuhan, sesama manusia, ilmu, dan lingkungan.

Kemenag menyebut bahwa pendidikan seharusnya “tidak menghajar, tapi mengajar; tidak membidik, tapi mendidik”.

Artinya, guru, siswa, dan orang tua sama-sama menjadi bagian dari ekosistem cinta:

  • Guru mengajar dengan cinta,
  • Siswa belajar dengan cinta,
  • Orang tua mendampingi dengan cinta.
Tujuan dan Filosofi Kurikulum Berbasis Cinta

Kemenag menegaskan bahwa KBC berakar dari mahabbah lillah (kecintaan kepada Tuhan), yang memancar menjadi cinta kepada manusia dan alam semesta.

Tujuan utamanya adalah menghadirkan pendidikan Islam yang damai, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Beberapa tujuan utama KBC antara lain:

  • Menumbuhkan empati, toleransi, dan kepedulian sosial.
  • Memperkuat karakter spiritual siswa.
  • Mengembalikan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.
  • Membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Pilar Utama Kurikulum Berbasis Cinta

KBC berdiri di atas lima pilar cinta yang saling berkaitan:

  1. Cinta kepada Tuhan 
  2. Cinta kepada Sesama
  3. Cinta kepada Ilmu
  4. Cinta kepada Lingkungan 
  5. Cinta kepada Tanah Air 

Bagaimana Implementasi KBC di Sekolah dan Madrasah?

Kemenag mulai menguji coba KBC di sekitar 50 madrasah di Indonesia melalui program INOVASI Fase 3.

Setiap madrasah diberi ruang untuk menyesuaikan nilai cinta ke dalam pelajaran, kegiatan sosial, dan budaya sekolah.

Beberapa contoh penerapan:

  • Pelajaran berbasis proyek kasih, seperti kegiatan sosial dan kebersihan lingkungan.
  • Refleksi harian berupa doa, dzikir, atau ucapan syukur.
  • Kelas ramah anak: komunikasi tanpa kekerasan, penghargaan tanpa kompetisi berlebihan.
  • Penilaian berbasis refleksi, bukan sekadar angka, melainkan seberapa jauh siswa tumbuh dalam karakter dan kasih sayang.
Tantangan dan Harapan

Meski disambut positif, penerapan KBC tidak lepas dari tantangan.

Kemenag menyebut perlunya:

  • Pelatihan guru agar bisa mengajar dengan cinta, bukan hanya menyampaikan materi.
  • Indikator penilaian yang mampu mengukur perkembangan spiritual dan afektif siswa.
  • Komitmen semua pihak — sekolah, guru, orang tua — agar nilai cinta benar-benar hidup dalam keseharian, bukan sekadar slogan.

Namun, jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, KBC diyakini mampu membentuk generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak, dan penuh kasih.

Penutup: Pendidikan yang Menyentuh Hati

Kurikulum Berbasis Cinta adalah upaya Kemenag membumikan nilai kasih sayang dalam pendidikan.

Ia mengajak guru, siswa, dan masyarakat untuk melihat sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi taman kasih tempat setiap anak tumbuh dengan bahagia dan bermakna.

Sebagaimana disampaikan Kemenag:

 “Pendidikan sejati adalah pendidikan yang dilandasi cinta — karena hanya dengan cinta, ilmu menjadi berkah dan manusia menjadi utuh.”

Jumat, 08 Desember 2017

Tokoh Perintis Ilmu Sosiologi

Azwa Grafis | Salam sobat setia pengunjung Azwa Grafis, kali ini saya akan membagikan informasi mengenai tokoh-tokoh yang menjadi perintis dari ilmu sosiologi. Oke langsung saja berikut ini adalah para tokoh yang berperan dalam adanya ilmu sosiologi.

1. Auguste Comte (1798 - 1857)

Tokoh sosiologi ini mendapat julukan sebagai bapak Sosiologi. Salah satu sumbangan pemikirannya terhadap sosiologi adalah tentang hukum kemajuan kebudayaan masyarakat yang dibagi menjadi tiga zaman yaitu : pertama, zaman teologis adalah zaman di mana masyarakatnya mempunyai kepercayaan magis, percaya pada roh, jimat serta agama, dunia bergerak menuju alam baka, menuju kepemujaan terhadap nenek moyang, menuju ke sebuah dunia di mana orang mati mengatur orang hidup. Kedua, zaman metafisika yaitu masa masyarakat di mana pemikiran manusia masih terbelenggu oleh konsep filosofis yang abstrak dan universal. Ketiga, zaman positivis yaitu masa di mana segala penjelasan gejala sosial maupun alam dilakukan dengna mengacu pada deskripsi ilmiah (hukum-hukum ilmiah).

Karena memperkenalkan metode positivis maka Comte dianggap sebagai perintis positivisme. Ciri-ciri metode positivis adalah objek yang dikaji berupa fakta, bermanfaat, dan mengarah pada kepastian serta kecermatan. Sumbangan pemikiran yang juga penting adalah pemikiran tentang agama baru yaitu agama humanitas yang mendasarkan pada kemanusiaan. Menurut Comte, intelektualitas yang dibangun menusia harus berdasarkan pada sebuah moralitas. Bagi Comte, kesejahteraan, kebahagiaan dan kemajuan sosial tergantung pada perkembangan perasaan altruistik serta pelaksanaan tugas meningkatkan kemanusiaan sehingga masyarakat yang tertib, maju, dan modern dapat terwujud. Tetapi agama humanistas ini belum sempat dikhotbahkan oleh Comte sebagai agama baru bagi masyarakat dunia karena pada tahun 1957, Comte meninggal dunia.

2. Karl Marx (1818 - 1883)

Lahir di Jerman pada tahun 1818 dari kalangan keluarga rohaniawan Yahudi. Pada tahun 1841 mengakhiri studinya di Universitas Berlin. Karena pergaulannya dengan orang-orang yang dianggap radikal terpaksa mengurungkan niat untuk menjadi pengajar di Universitas dan menerjunkan diri ke kancah politik.

Sumbangan utama Marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas sosial yang tertuang dalam tulisannya yang berjudul The Communist Manifest yang ditulis bersama Friedrich Engels. Marx berpandangan bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Menurut Marx perkembangan pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda, yaitu kelas borjuis (majikan) terdiri dari orang-orang yang menguasai alat produksi dan kelas proletar (buruh) yang tidak memiliki alat produksi dan modal sehingga menjadi kelas yang dieksploitasi oleh kelas borjuis (majikan). Menurut Marx, suatu saat kelas proletar akan menyadari kepentingan bersama dengan melakukan pemberontakan dan menciptakan masyarakat tanpa kelas. Meskipun ramalan Marx tidak pernah terwujud tetapi pemikiran tentang stratifikasi dan konflik sosial tetap berpengaruh terhadap pemikiran perkembangan sosiologi khususnya terkait dengan kapitalisme.

3. Emile Durkheim (1858 - 1917)

Merupakan seorang ilmuan yang sangat produktif. Karya utamanya antara lain Rulles of The Sociological Method, The Division of Labour in Society, Suicide, Moral Education, dan The Elementary Forms of The Religious Life. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat menusia memerlukan solidaritas dengna membedakan dua tipe solidaritas yang didasarkan pada persamaan dan biasanya ditemua pada masyarakat sederhana dan solidaritas yaitu solidaritas mekanis yang merupakan tipe solidaritas yang didasarkan pada persamaan dan biasanya ditemua pada masyarakat sederhana dan solidaritas organis yaitu ditandai dengan adanya saling ketergantungan antarindividu atau kelompok lain, masyarakat tidak lagi memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Lambat laun pembagian kerja dalam masyarakat (munculnya digerensiasi, spesialisasi) semakin berkembang sehingga solidaritas mekanis berubah menjadi solidaritas organis. Pada masyarakat dengan solidaritas organis masing-masing anggota masyarakat tidak lagi dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri melainkan ditandai oleh saling keterantungan yang besar dengan orang atau kelompok lain. Solidaritas organis merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas bagian-bagian yang saling bergantung seperti bagian-bagian sutu organisme biologis. Berbeda dengan solidaritas mekanis yang didasarkan pada hati nurani kolektif maka solidaritas organis didasarkan pada akal dan hukum.

Dalam pengembangan selanjutnya, Durkheim menggunakan lima metode untuk mempelajari sosiologi, yaitu :
  1. Sosiologi harus bersifat ilmiah, di mana fenomena-fenomena sosial harus dipelajari secara objektif dan menunjukkan sifat kausalitasnya.
  2. Sosiologi harus memperlihatkan karakteristik sendiri yang berbeda dengan ilmu-ilmu lain.
  3. Menjelaskan kenormalan patologi.
  4. Menjelaskan masalah sosial secara "sosial" pula.
  5. Mempergunakan metode kemparatif secara sistematis. Metode tersebut telah diterapkan dalam sebuah penelitian tentang gejala bunuh diri yang melanda masyarakat Eropa saat itu dengan judul "Suicide".
4. Max Weber (1864 - 1920)

Max Weber lahir di Erfurt pada tahun 1864. Menyelesaikan studi di bidang hukum, ekonomi, sejarah, filsafat, teologi dan mengajar disiplin ilmu-ilmu tersebut di berbagai universitas di Jerman. Serta terus-menerus menyebarluaskan terbentuknya ilmu sosiologi yang saat itu masih berusia muda.

Karya penting dari Weber berjudul The Protestant Ethic dan The Spirit of Capitalism yang berisi hubungan antara Etika Protestan dalam hal ini Sekte Kalvinisme dengan munculnya perkembangan kapitalisme. Menurut Weber, ajaran Kalvanisme mengharuskan umatnya untuk bekerja keras dengan harapan dapat menuntun mereka ke surga dengan syarat bahwa keuntungan dari hasil kerja keras tidak boleh untuk berfoya-foya atau bentuk konsumsi lainnya. Hidup sederhana dan melarang segala bentuk kemewahan menjadikan para penganut agama ini semakin makmur karena keuntungan yang dihasilkan ditanamkan kembali menjadi modal. Dari sinilah menurut Weber kepitalisme di Eropa berkembang pesat.

Itulah 4 Tokoh penting perintis terbentuknya ilmu sosiologi, semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa share ya!!!

Selasa, 14 November 2017

Spesifikasi Server dan Client UNBK

Azwa Grafis | Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini mulai deterapkan disemua sekolah/madrasah ditingkat menengah dan atas. Untuk itu disini saya akan membagikan tips bagaimana memilih Server dan Client sebagai komponen utama dalam pelaksanaan UNBK. Sebelum kita masuk ke spesifikasi Server dan Client disini saya akan menjelaskan dulu apa itu yang dinamakan Server dan Client. Server adalah tempat penyimpanan semua data yang akan digunakan dalam pelaksanaan UNBK, mulai dari data siswa, soal, pasword dan juga kendali bagi client. Sedangkan Client disini fungsinya hanya sebagai alat atau media untuk membuka dan mengakses data yang ada pada server dengan menggunakan username dan password yang berbeda pada tiap-tiap siswa.

Selain server dan client sekolah/madrasah juga harus menyiapkan hal-hal dibawah ini :
  • Proktor
  • Teknisi
  • Ruang Laboratorium komputer
  • Jaringan internet dengan bandwith minimal 1 Mbps
  • Jaringan area lokal (Local Area Network - LAN)
  • Switch 10/100/1000 Mbps dengan jumlah port sesuai dengan jumlah client pada setiap server

Sekarang saya akan menjelaskan spesifikasi minimal dari server dan client yang digunakan dalam pelaksanaan UNBK. Adapun spesifikasi dari server dan client adalah sebagai berikut :

Server 
  • PC/Tower/Desktop (Bukan Laptop)
  • Processor 4 core dan clock rate minimal 1.6 GHz (64 bit)
  • RAM 8 GB, DDR 3
  • Harddisk 250 GB
  • Operating System (64 bit): Windows Server / Windows 8 / Windows 7 / Linux Ubuntu 14.04
  • LAN CARD (NIC) 2 unit support GigaByte
  • UPS (Tahan 15 menit)
  • Jumlah Server mengikuti rasio 1:40 (1 Server maksimal untuk 40 Client)
  • Cadangan 1 Sever
Client
  • PC atau Laptop
  • Monitor minimal 11 Inch
  • Processor minimal single core
  • RAM minimal 512 MB
  • Operating System: Windows XP / Windows 7 / Windows 8 / LINUX / MAC / Chrome OS
  • Web Browser: Chrome / Mozilla Firefox / Xambro
  • Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)
  • LAN Card
  • Jumlah Client mengikuti rasio 1:3 (1 client untuk 3 peserta)
  • Cadangan client minimal 10% dari jumlah client
  • Headset / earphone (untuk ujian listening SMA/MA dan SMK)
Itulah spesifikasi minimal dari Server dan Client yang harus disiapkan oleh sekolah/madrasah. Namun jika sekolah atau madrasah belum mampu melaksanakan UNBK secara mandiri maka dapat bergabung dengan sekolah/madrasah lain yang siap.

Senin, 13 November 2017

Filosofi Kurikulum 2013 (K-13)

Azwa Grafis | Kurikulum 2013 diluncurkan bukan hanya untuk memenuhi perubahan yang ingin dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai suatu gebrakan atau terobosan baru pada saat ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum 2013 dibuat dengan mengacu pada filosofi yang terdapat pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. Jadi dengan adanya terobosan baru ini diharapkan nantinya proses belajar mengajar akan berjalan secara baik dan maksimal, bukan hanya prosesnya saja tetapi juga hasilnya bisa sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Bangsa Indonesia ini.

Berikut akan saya paparkan filosofi yang terdapat pada kurikulum 2013.

1. Kurkulum sebagai Materi

  • Planning oriented, mewakili pandangan teoritis 
  • Dipergunakan di Indonesia periode sebelum Tahun 2000
  • Kurikulum sebagai wahana menyampaikan pengetahuan (knowledge transmission) dari guru ke siswa
  • Perencanaan pembelajaran sangat dominan dan ketat berdasarkan urutan logis dari materi pembelajaran
  • Guru melaksanakan pembelajaran dengan meneruskan apa yang diketahuinya kepada siswa sesuai dengan silabus yang telah ditentukan
  • Penilain berdasarkan atas penyerapan materi pengetahuan oleh siswa terhadap rencana materi pengetahuan yang tertuang dalam silabus

2.Kuriulum sebagai Produk

  • Result oriented, mewakili pandangan produktif
  • Dipergunakan di Indonesia dalam priode Dekade 2000an
  • Dipicu oleh kebutuhan pasar atas kompetensi yang harus dikuasai oleh lulusan (produk) program pendidikan
  • Berkembang dari Inggris (sejak 1980an)
  • Kebebasan dalam penyampaian pembelajaran, yang penting hasil akhirnya harus sesuai standar, yaitu memiliki kompetensi sebagaimana dirumuskan
  • Sangat tergantung pada penilaian terstandar (harus ketat) sejalan dengan konsep produk dimana pengecekan adalah pada hasil akhir yang harus sesuai standar
  • Diadopsi di Indonesia dalam bentuk KBK dan KTSP, dengan modifikasi bahwa produk akhir diterjemahkan dari materi yang harus dikuasai, sehingga standar lulusan diturunkan dari standar isi

3. Kurikulum sebagai Proses

  • Action Oriented, mewakili pandangan praktis
  • Tidak pernah digunakan di Indonesia
  • Dipicu oleh kebutuhan individu siswa yang tidak dapat diseragamkan
  • Berkembang dari Finlandia (sejak 1900an)
  • Penekanan pada berfikir kritis yang diwujudkan dalam tindakan nyata dengan membangun kolaborasi antar pelaku pendidikan (guru, siswa, pengelola)
  • Mengevaluasi proses secara terus menerus melalui pemantauan proses dan capaiannya secara ketat
  • Penilaian berdasarkan kemajuan siswa dalam pembelajaran (relatif terhadap dirinya pada periode sebelumnya)
  • Hasl akhir dapap berbeda bagi tiap siswa sesuai dengan bakat dan minatnya

4. Kurikulum sebagai Praksis Kontekstual

  • Pengertian baru dalam kurikulum
  • Perluasan dari konsep kurikulum sebagai proses dengan penambahan perlunya komitmen bersama menyepakati (antar pelaku pendidikan) kegiatn-kegiatan yang diperlukan (sebagai bagian dari proses pembelajaran) untuk mencapai target tertentu yang telah ditetapkan
  • Pendekatan sistem: materi - proses - produk (konsep: teoritis - praktis - produktif)
  • Penguasaan materi pembelajaran diperoleh melalui siklus aksi dan refleksi berkelanjutan (continuous action-reflection)
  • Pentingnya peran guru dalam menghasilkan komitmen dari siswa untuk mencapai target tertentu yang telah ditetapkan
  • Perlunya tambahan pendekatan transdisipliner melalui tema pembelajaran yang kontekstual dengan sekitarnya untuk memastikan praksisnya relevan

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini.


Itulah Filosofi dari Kurikulum 2013 (K-13), semoga dengan sedikit gambaran tentang filosofi ini kita bisa tambah semangat dalam mengajar kepada anak-anak didik kita. Sehingga mampu mencetak generasi penerus yang handal dan professional dibidangnya.