Jumat, 08 Desember 2017

Tokoh Perintis Ilmu Sosiologi

Azwa Grafis | Salam sobat setia pengunjung Azwa Grafis, kali ini saya akan membagikan informasi mengenai tokoh-tokoh yang menjadi perintis dari ilmu sosiologi. Oke langsung saja berikut ini adalah para tokoh yang berperan dalam adanya ilmu sosiologi.

1. Auguste Comte (1798 - 1857)

Tokoh sosiologi ini mendapat julukan sebagai bapak Sosiologi. Salah satu sumbangan pemikirannya terhadap sosiologi adalah tentang hukum kemajuan kebudayaan masyarakat yang dibagi menjadi tiga zaman yaitu : pertama, zaman teologis adalah zaman di mana masyarakatnya mempunyai kepercayaan magis, percaya pada roh, jimat serta agama, dunia bergerak menuju alam baka, menuju kepemujaan terhadap nenek moyang, menuju ke sebuah dunia di mana orang mati mengatur orang hidup. Kedua, zaman metafisika yaitu masa masyarakat di mana pemikiran manusia masih terbelenggu oleh konsep filosofis yang abstrak dan universal. Ketiga, zaman positivis yaitu masa di mana segala penjelasan gejala sosial maupun alam dilakukan dengna mengacu pada deskripsi ilmiah (hukum-hukum ilmiah).

Karena memperkenalkan metode positivis maka Comte dianggap sebagai perintis positivisme. Ciri-ciri metode positivis adalah objek yang dikaji berupa fakta, bermanfaat, dan mengarah pada kepastian serta kecermatan. Sumbangan pemikiran yang juga penting adalah pemikiran tentang agama baru yaitu agama humanitas yang mendasarkan pada kemanusiaan. Menurut Comte, intelektualitas yang dibangun menusia harus berdasarkan pada sebuah moralitas. Bagi Comte, kesejahteraan, kebahagiaan dan kemajuan sosial tergantung pada perkembangan perasaan altruistik serta pelaksanaan tugas meningkatkan kemanusiaan sehingga masyarakat yang tertib, maju, dan modern dapat terwujud. Tetapi agama humanistas ini belum sempat dikhotbahkan oleh Comte sebagai agama baru bagi masyarakat dunia karena pada tahun 1957, Comte meninggal dunia.

2. Karl Marx (1818 - 1883)

Lahir di Jerman pada tahun 1818 dari kalangan keluarga rohaniawan Yahudi. Pada tahun 1841 mengakhiri studinya di Universitas Berlin. Karena pergaulannya dengan orang-orang yang dianggap radikal terpaksa mengurungkan niat untuk menjadi pengajar di Universitas dan menerjunkan diri ke kancah politik.

Sumbangan utama Marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas sosial yang tertuang dalam tulisannya yang berjudul The Communist Manifest yang ditulis bersama Friedrich Engels. Marx berpandangan bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Menurut Marx perkembangan pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda, yaitu kelas borjuis (majikan) terdiri dari orang-orang yang menguasai alat produksi dan kelas proletar (buruh) yang tidak memiliki alat produksi dan modal sehingga menjadi kelas yang dieksploitasi oleh kelas borjuis (majikan). Menurut Marx, suatu saat kelas proletar akan menyadari kepentingan bersama dengan melakukan pemberontakan dan menciptakan masyarakat tanpa kelas. Meskipun ramalan Marx tidak pernah terwujud tetapi pemikiran tentang stratifikasi dan konflik sosial tetap berpengaruh terhadap pemikiran perkembangan sosiologi khususnya terkait dengan kapitalisme.

3. Emile Durkheim (1858 - 1917)

Merupakan seorang ilmuan yang sangat produktif. Karya utamanya antara lain Rulles of The Sociological Method, The Division of Labour in Society, Suicide, Moral Education, dan The Elementary Forms of The Religious Life. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat menusia memerlukan solidaritas dengna membedakan dua tipe solidaritas yang didasarkan pada persamaan dan biasanya ditemua pada masyarakat sederhana dan solidaritas yaitu solidaritas mekanis yang merupakan tipe solidaritas yang didasarkan pada persamaan dan biasanya ditemua pada masyarakat sederhana dan solidaritas organis yaitu ditandai dengan adanya saling ketergantungan antarindividu atau kelompok lain, masyarakat tidak lagi memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Lambat laun pembagian kerja dalam masyarakat (munculnya digerensiasi, spesialisasi) semakin berkembang sehingga solidaritas mekanis berubah menjadi solidaritas organis. Pada masyarakat dengan solidaritas organis masing-masing anggota masyarakat tidak lagi dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri melainkan ditandai oleh saling keterantungan yang besar dengan orang atau kelompok lain. Solidaritas organis merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas bagian-bagian yang saling bergantung seperti bagian-bagian sutu organisme biologis. Berbeda dengan solidaritas mekanis yang didasarkan pada hati nurani kolektif maka solidaritas organis didasarkan pada akal dan hukum.

Dalam pengembangan selanjutnya, Durkheim menggunakan lima metode untuk mempelajari sosiologi, yaitu :
  1. Sosiologi harus bersifat ilmiah, di mana fenomena-fenomena sosial harus dipelajari secara objektif dan menunjukkan sifat kausalitasnya.
  2. Sosiologi harus memperlihatkan karakteristik sendiri yang berbeda dengan ilmu-ilmu lain.
  3. Menjelaskan kenormalan patologi.
  4. Menjelaskan masalah sosial secara "sosial" pula.
  5. Mempergunakan metode kemparatif secara sistematis. Metode tersebut telah diterapkan dalam sebuah penelitian tentang gejala bunuh diri yang melanda masyarakat Eropa saat itu dengan judul "Suicide".
4. Max Weber (1864 - 1920)

Max Weber lahir di Erfurt pada tahun 1864. Menyelesaikan studi di bidang hukum, ekonomi, sejarah, filsafat, teologi dan mengajar disiplin ilmu-ilmu tersebut di berbagai universitas di Jerman. Serta terus-menerus menyebarluaskan terbentuknya ilmu sosiologi yang saat itu masih berusia muda.

Karya penting dari Weber berjudul The Protestant Ethic dan The Spirit of Capitalism yang berisi hubungan antara Etika Protestan dalam hal ini Sekte Kalvinisme dengan munculnya perkembangan kapitalisme. Menurut Weber, ajaran Kalvanisme mengharuskan umatnya untuk bekerja keras dengan harapan dapat menuntun mereka ke surga dengan syarat bahwa keuntungan dari hasil kerja keras tidak boleh untuk berfoya-foya atau bentuk konsumsi lainnya. Hidup sederhana dan melarang segala bentuk kemewahan menjadikan para penganut agama ini semakin makmur karena keuntungan yang dihasilkan ditanamkan kembali menjadi modal. Dari sinilah menurut Weber kepitalisme di Eropa berkembang pesat.

Itulah 4 Tokoh penting perintis terbentuknya ilmu sosiologi, semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa share ya!!!

Senin, 27 November 2017

Mahar Angsa

Azwa Grafis | Inilah karya terbaru dari kami, Mahar Angsa, mahar bentuk ini cukup simpel namun kelihatan mewah dan elegan. Terima kasih buat mas Didik Wahyudin dan mbak Lina Ainun Nazilah yang sudah mempercayakan untuk pembuatan maharnya kepada kami. Semoga pernikahannya membawa kebahagiaan dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Jenis mahar : Dua dimensi
Bentuk : Angsa kembar
Jumlah mahar : Rp. 500.000.00,-
Harga : Rp. 250.000.00,-

Bagi pengunjung yang mau order bisa langsung lewat WA kami di 085706447643


Keterangan : Uang yang digunakan untuk hias mahar ini bukan uang asli melainkan uang mainan.

Selasa, 14 November 2017

Spesifikasi Server dan Client UNBK

Azwa Grafis | Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini mulai deterapkan disemua sekolah/madrasah ditingkat menengah dan atas. Untuk itu disini saya akan membagikan tips bagaimana memilih Server dan Client sebagai komponen utama dalam pelaksanaan UNBK. Sebelum kita masuk ke spesifikasi Server dan Client disini saya akan menjelaskan dulu apa itu yang dinamakan Server dan Client. Server adalah tempat penyimpanan semua data yang akan digunakan dalam pelaksanaan UNBK, mulai dari data siswa, soal, pasword dan juga kendali bagi client. Sedangkan Client disini fungsinya hanya sebagai alat atau media untuk membuka dan mengakses data yang ada pada server dengan menggunakan username dan password yang berbeda pada tiap-tiap siswa.

Selain server dan client sekolah/madrasah juga harus menyiapkan hal-hal dibawah ini :
  • Proktor
  • Teknisi
  • Ruang Laboratorium komputer
  • Jaringan internet dengan bandwith minimal 1 Mbps
  • Jaringan area lokal (Local Area Network - LAN)
  • Switch 10/100/1000 Mbps dengan jumlah port sesuai dengan jumlah client pada setiap server

Sekarang saya akan menjelaskan spesifikasi minimal dari server dan client yang digunakan dalam pelaksanaan UNBK. Adapun spesifikasi dari server dan client adalah sebagai berikut :

Server 
  • PC/Tower/Desktop (Bukan Laptop)
  • Processor 4 core dan clock rate minimal 1.6 GHz (64 bit)
  • RAM 8 GB, DDR 3
  • Harddisk 250 GB
  • Operating System (64 bit): Windows Server / Windows 8 / Windows 7 / Linux Ubuntu 14.04
  • LAN CARD (NIC) 2 unit support GigaByte
  • UPS (Tahan 15 menit)
  • Jumlah Server mengikuti rasio 1:40 (1 Server maksimal untuk 40 Client)
  • Cadangan 1 Sever
Client
  • PC atau Laptop
  • Monitor minimal 11 Inch
  • Processor minimal single core
  • RAM minimal 512 MB
  • Operating System: Windows XP / Windows 7 / Windows 8 / LINUX / MAC / Chrome OS
  • Web Browser: Chrome / Mozilla Firefox / Xambro
  • Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)
  • LAN Card
  • Jumlah Client mengikuti rasio 1:3 (1 client untuk 3 peserta)
  • Cadangan client minimal 10% dari jumlah client
  • Headset / earphone (untuk ujian listening SMA/MA dan SMK)
Itulah spesifikasi minimal dari Server dan Client yang harus disiapkan oleh sekolah/madrasah. Namun jika sekolah atau madrasah belum mampu melaksanakan UNBK secara mandiri maka dapat bergabung dengan sekolah/madrasah lain yang siap.

Senin, 13 November 2017

Filosofi Kurikulum 2013 (K-13)

Azwa Grafis | Kurikulum 2013 diluncurkan bukan hanya untuk memenuhi perubahan yang ingin dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai suatu gebrakan atau terobosan baru pada saat ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum 2013 dibuat dengan mengacu pada filosofi yang terdapat pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. Jadi dengan adanya terobosan baru ini diharapkan nantinya proses belajar mengajar akan berjalan secara baik dan maksimal, bukan hanya prosesnya saja tetapi juga hasilnya bisa sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Bangsa Indonesia ini.

Berikut akan saya paparkan filosofi yang terdapat pada kurikulum 2013.

1. Kurkulum sebagai Materi

  • Planning oriented, mewakili pandangan teoritis 
  • Dipergunakan di Indonesia periode sebelum Tahun 2000
  • Kurikulum sebagai wahana menyampaikan pengetahuan (knowledge transmission) dari guru ke siswa
  • Perencanaan pembelajaran sangat dominan dan ketat berdasarkan urutan logis dari materi pembelajaran
  • Guru melaksanakan pembelajaran dengan meneruskan apa yang diketahuinya kepada siswa sesuai dengan silabus yang telah ditentukan
  • Penilain berdasarkan atas penyerapan materi pengetahuan oleh siswa terhadap rencana materi pengetahuan yang tertuang dalam silabus

2.Kuriulum sebagai Produk

  • Result oriented, mewakili pandangan produktif
  • Dipergunakan di Indonesia dalam priode Dekade 2000an
  • Dipicu oleh kebutuhan pasar atas kompetensi yang harus dikuasai oleh lulusan (produk) program pendidikan
  • Berkembang dari Inggris (sejak 1980an)
  • Kebebasan dalam penyampaian pembelajaran, yang penting hasil akhirnya harus sesuai standar, yaitu memiliki kompetensi sebagaimana dirumuskan
  • Sangat tergantung pada penilaian terstandar (harus ketat) sejalan dengan konsep produk dimana pengecekan adalah pada hasil akhir yang harus sesuai standar
  • Diadopsi di Indonesia dalam bentuk KBK dan KTSP, dengan modifikasi bahwa produk akhir diterjemahkan dari materi yang harus dikuasai, sehingga standar lulusan diturunkan dari standar isi

3. Kurikulum sebagai Proses

  • Action Oriented, mewakili pandangan praktis
  • Tidak pernah digunakan di Indonesia
  • Dipicu oleh kebutuhan individu siswa yang tidak dapat diseragamkan
  • Berkembang dari Finlandia (sejak 1900an)
  • Penekanan pada berfikir kritis yang diwujudkan dalam tindakan nyata dengan membangun kolaborasi antar pelaku pendidikan (guru, siswa, pengelola)
  • Mengevaluasi proses secara terus menerus melalui pemantauan proses dan capaiannya secara ketat
  • Penilaian berdasarkan kemajuan siswa dalam pembelajaran (relatif terhadap dirinya pada periode sebelumnya)
  • Hasl akhir dapap berbeda bagi tiap siswa sesuai dengan bakat dan minatnya

4. Kurikulum sebagai Praksis Kontekstual

  • Pengertian baru dalam kurikulum
  • Perluasan dari konsep kurikulum sebagai proses dengan penambahan perlunya komitmen bersama menyepakati (antar pelaku pendidikan) kegiatn-kegiatan yang diperlukan (sebagai bagian dari proses pembelajaran) untuk mencapai target tertentu yang telah ditetapkan
  • Pendekatan sistem: materi - proses - produk (konsep: teoritis - praktis - produktif)
  • Penguasaan materi pembelajaran diperoleh melalui siklus aksi dan refleksi berkelanjutan (continuous action-reflection)
  • Pentingnya peran guru dalam menghasilkan komitmen dari siswa untuk mencapai target tertentu yang telah ditetapkan
  • Perlunya tambahan pendekatan transdisipliner melalui tema pembelajaran yang kontekstual dengan sekitarnya untuk memastikan praksisnya relevan

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini.


Itulah Filosofi dari Kurikulum 2013 (K-13), semoga dengan sedikit gambaran tentang filosofi ini kita bisa tambah semangat dalam mengajar kepada anak-anak didik kita. Sehingga mampu mencetak generasi penerus yang handal dan professional dibidangnya.

Selasa, 07 November 2017

Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis K-13

Azwa Grafis | Dalam proses pembelajaran berbasis K-13 ada langkah-langkah yang harus diketahui oleh seorang guru, namun sebenarnya hal ini juga tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Tetapi yang perlu diketahui, dalam proses pembelajaran yang berbasis K-13 langkah-langkahnya telah ditentukan dan disusun secara sistematis. Jadi nanti guru diharapkan bisa mengondisikan dan mengarahkan apa yang harus dilakukan siswa sesuai dengan langkah pembelajaran K-13.

Sebagai seorang Pendidik, kita harus mengetahui update terbaru serta perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga nantinya diharapkan kita mampu mengikuti serta beradaptasi dengan perubahan yang ada. Perubahan-perubahan yang dilakukan ini tentunya tidak hanya untuk memuaskan ambisi dan program kerja dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akan tetapi perubahan-perubahan ini bertujuan untuk menjadikan siswa-siswi kita mampu serta tangguh dalam mengikuti dan menghadapi perkembangan zaman seperti sekarang ini.

Dibawah ini akan saya paparkan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran berbasis K-13.

Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Kegiatan Awal

Pembukaan

Dalam Kurikulum K-13 langkah yang pertama yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah pembukaan. Pembukaan yang dimaksud adalah memberikan salam, mengajak siswa untuk berdo'a bersama, memberikan apresiasi, memberikan pengantar materi, serta memberikan motivasi awal. Hal ini bertujuan agar peserta didik memiliki gambaran tentang materi apa yang akan disampaikan, dan peserta didik juga akan lebih memiliki persiapan serta merasa nyaman dalam proses pembelajaran.

Kegiatan Inti

1. Obeserving (Mengamati)

Mengamati adalah proses awal dari serangkaian tahapan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam proses mengamati ini  diharapkan dapat melatih dalam hal kesungguhan dan ketelitian dalam mencari sebuah informasi. Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan : melihat, menyimak, mendengar dan membaca yang diformulasikan pada sekenario proses pembelajaran. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

Contoh kegiatan mengamati yang bisa dilakukan adalah sebegai berikut :
  • Membaca sumber dari buku siswa 
  • Mendengarkan pembacaan puisi atau narasi
  • Melihat tayangan video
  • Melihat demonstrasi
2. Questioning (Menanya)

Menanya melatih peserta didik untuk mengembangkan kreativitas rasa ingin tahun, rasa penasaran, rasa percaya diri, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. 

Dalam kegiatan menanya guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai fakta, konsep, prinsip atau prosedur yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat menanya atau mengajukan pertanyaan: Pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang abstrak. Siswa harus dilatih agar bisa menanya hal-hal yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik. Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

Contoh menanya yang bisa dilakukan oleh peserta didik antara lain:
  • Peserta didik menanyakan penjelasan tambahan terhadap informasi yang didapat dari proses mengamati.
  • Peserta didik mencari penjelasan tambahan sendiri berdasarkan informasi hasil-hasil kegiatan mengamati.
  • Peserta didik menanyakan fenomena-fenomena yang tidak diketahuinya dalam langkah mengamati objek
  • siswa mengklarifikasi informasi yang didapatnya dari tahap mengamati.
3. Experimenting (Mencoba)

Mengumpulkan informasi melatih siswa mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat (Permendikbud No. 81a Th. 2013)

Contoh mencoba yang bisa dilakukan :
  • Peserta didik melakukan eksperimen
  • Peserta didik membaca sumber lain selain buku teks
  • Peserta didik mengamati objek/kejadian/aktivitas
  • Peserta didik mewawancarai narasumber
  • Peserta didik mengakses internet
  • Peserta didik mengumpulkan data melaluli angket/questioner
4. Associating (Menalar)

Mengasosiasi adalah kegiatan mengolah informasi yang mampu melatih peserta didik untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

Kegiatan menalar dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan
  • Menganalisis data dalam bentuk membuat kategori
  • Mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan
  • mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terdiri dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi
  • Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.
  • Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
5. Creating Networking Communication Implementating (Mengkomunikasikan)

Mengkomunikasi dapat melatih siswa untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada tahapan mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.

Contoh kegiatan mengkomunikasikan adalah sebagai berikut :
  • Menyajikan laporan dalam bentuk bagan
  • Menyajikan laporan dalam bentuk diagram
  • Menyajikan laporan dalam bentuk grafik
  • Menyusun laporan tertulis
  • Menyajikan laporan meliputi proses, hasil dan kesimpulan secara lisan, grafis, dan multi media.
Kegiatan Akhir

Penutup

Pada kegiatan penutup ini guru memberikan simpulan dari apa yang sudah dipelajari pada hari itu, memberikan motivasi akhir, memberikan pengayaan, serta memberikan salam dan berdo'a bersama. Dengan adanya kegiatan penutup ini peserta didik akan diajak menginat kembali pembelajaran yang sudah dilakukan serta peserta didik akan mendapatkan point pokok dari materi yang sudah dipelajari. Dengan demikian diharapkan peserta didik akan memilik daya ingat yang kuat, sehingga materi yang sudah didapatkan dapat dipahami secara keseluruhan dan berkelanjutan.

Demikian langkah-langkah pembelajaran berbasis K-13 yang bisa saya bagikan. Semoga bisa memberi manfaat.

Dikutip dari : 
https://belajarpedagogi.wordpress.com/2014/05/12/mengamati-menanya-mengumpulkan-informasi-mengasosiasi-mengkomunikasikan